"Lelaki itu menentukan perangnya sendiri, dan dalam perang
menjadi seorang yang beradab itu penting, teruslah belajar untuk jadi
beradab, kau tak mau jadi biadab bukan?" Kalimat itu masih terngiang di
telinga, masih ingat juga kalau kalimat itu ternyata pernah keluar
dari mulut jazad lelaki tua itu, dulu. *** Beliau lahir 16 Agustus
1925, dari seorang pria tokoh masyarakat di Gresik dan seorang wanita
kelahiran Bangil. Kemudian di angkat anak oleh paman beliau untuk
berkemudian tumbuh dan berkembang. Kemudian militer akhirnya menjadi
pilihan beliau dan tentu saja banyak medan perang yang dihadapi.
Pemberontakan PRRI-Permesta, ditahan di penjara militer Belanda di
Koblen, Bubutan-Surabaya, Operasi Mandala untuk membebaskan Papua
hingga terakhir berdinas di kodam Udayana. Setelah kedinasan
militernya, beliau lebih aktif di organisasi masyarakat yang masih
berafiliasi dengan militer hingga akhirnya menjadikan beliau sempat
menjabat anggota DPRD satu kota kecil, Lumajang. Menjadi wakil rakyat
tidak menjadikan beliau kaya dengan rupiah, tapi justru semakin
memperdekat beliau dengan sesama karena beliau masih tetap menjadi
petani di waktu luangnya. Hampir semua anak cucu nya pernah merasakan
pola pendidikan keras yang beliau terapkan. Tak ada kata menyerah dan
tak ada kata mengeluh. Bahkan jika ada luka di anggota tubuh kami,
beliau akan merawatnya dengan cara militer, tak ada rasa ampun. Tapi
ternyata semua hal itulah yang menjadikan kami kuat dan bertahan
menghadapi kesulitan hidup yang menantang. Dan akhirnya, hidup harus
menyerah, kalah pada kematian. Setelah terus menurun kesehatannya sejak
awal tahun ini, hingga terus benar-benar drop beberapa hari, akhirnya
Selasa kemarin tanggal 10 Juli 2012 beliau dipanggil pulang oleh Sang
Pencipta. Tugas beliau sudah selesai, semoga bisa terus memberikan
manfaat bagi yang ditinggalkan. Perang beliau sudah usai. Dan sore itu,
di sebuah apel persada si pemimpin upacara menyatakan bahwa jazad
beliau dikembalikan lagi ke tanah, tempat manusia berasal, diiringi
tembakan salvo ke udara. Selamat jalan Kapt.Inf.(Purn) Abdullah Nafiek
Faqih...
Oleh : Abdi Rahman Imansyah
Oleh : Abdi Rahman Imansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar