Rabu, 12 Desember 2012

Riwayat Hidup Kakekku

"Lelaki itu menentukan perangnya sendiri, dan dalam perang menjadi seorang yang beradab itu penting, teruslah belajar untuk jadi beradab, kau tak mau jadi biadab bukan?" Kalimat itu masih terngiang di telinga, masih ingat juga kalau kalimat itu ternyata pernah keluar dari mulut jazad lelaki tua itu, dulu. *** Beliau lahir 16 Agustus 1925, dari seorang pria tokoh masyarakat di Gresik dan seorang wanita kelahiran Bangil. Kemudian di angkat anak oleh paman beliau untuk berkemudian tumbuh dan berkembang. Kemudian militer akhirnya menjadi pilihan beliau dan tentu saja banyak medan perang yang dihadapi. Pemberontakan PRRI-Permesta, ditahan di penjara militer Belanda di Koblen, Bubutan-Surabaya, Operasi Mandala untuk membebaskan Papua hingga terakhir berdinas di kodam Udayana. Setelah kedinasan militernya, beliau lebih aktif di organisasi masyarakat yang masih berafiliasi dengan militer hingga akhirnya menjadikan beliau sempat menjabat anggota DPRD satu kota kecil, Lumajang. Menjadi wakil rakyat tidak menjadikan beliau kaya dengan rupiah, tapi justru semakin memperdekat beliau dengan sesama karena beliau masih tetap menjadi petani di waktu luangnya. Hampir semua anak cucu nya pernah merasakan pola pendidikan keras yang beliau terapkan. Tak ada kata menyerah dan tak ada kata mengeluh. Bahkan jika ada luka di anggota tubuh kami, beliau akan merawatnya dengan cara militer, tak ada rasa ampun. Tapi ternyata semua hal itulah yang menjadikan kami kuat dan bertahan menghadapi kesulitan hidup yang menantang. Dan akhirnya, hidup harus menyerah, kalah pada kematian. Setelah terus menurun kesehatannya sejak awal tahun ini, hingga terus benar-benar drop beberapa hari, akhirnya Selasa kemarin tanggal 10 Juli 2012 beliau dipanggil pulang oleh Sang Pencipta. Tugas beliau sudah selesai, semoga bisa terus memberikan manfaat bagi yang ditinggalkan. Perang beliau sudah usai. Dan sore itu, di sebuah apel persada si pemimpin upacara menyatakan bahwa jazad beliau dikembalikan lagi ke tanah, tempat manusia berasal, diiringi tembakan salvo ke udara. Selamat jalan Kapt.Inf.(Purn) Abdullah Nafiek Faqih... 

Oleh : Abdi Rahman Imansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar