Jumat, 21 Desember 2012

Naskah Role Play Keperawatan Jiwa


Baju Restrain
Oleh : Husniyatur Rizqiyah Dhomiri

Kasus : Seorang Pasien begitu impulsiv memukul orang,sehingga keluarga membawanya ke RSJ, sesampainya di RSJ pasien mengamuk membabi buta dan hendak memukul orang – orang di sekitarnya karena merasa tidak gila.

Pasien : Kenapa aku dibawa kesini mak? (Sembari membaca tulisan bertuliskan RSJ)  Rumah Sakit Jiwa , Aku kan nggak gendeng mak?
Keluarga : Sudah nurut saja, biar kamu itu sembuh.
Pasien : Samean pikir aku gendeng ta mak?
Keluarga : Mak cuma pengen kamu ketemu dokter karo perawat sebentar

Sesampainya di UGD, seorang perawat yang melihat kedatangan mereka langsung memepersilahkan mereka duduk
Tahap pre interaksi
Perawat A: Selamat pagi, Mari Silahkan duduk
Keluarga : (Sembari memegangi tangan pasien keluarga menjelaskan maksud kedatangannya) Begini bu, anak saya ini sejak 1bulan yang lalu mengalami putus cinta dan sejak itu juga, anak saya jadi sering ngamuk dan memukul orang sampai meresahkan warga, jadi pak RT menyarankan saya untuk membawanya kesini
Perawat A bertanya pada pasien : Perkenalkan, nama saya perawat A, Nama mas siapa? (Mengulurkan tangan dengan memberi senyum)
Pasien : Sumanto (menjawab sinis)
Perawat A: Ada apa di rumah?? Apa yang membuat mas sumanto marah dan sering memukul orang?
Pasien : Lha aku kan cuma membela diri, (menoleh pada keluarga) sudah aku mau pulang mak, aku ndak mau disini. (Berusaha berlalu)
Keluarga : Heh, kowe mau kemana?
Pasien : Muleh!!!! (dengan nada tinggi dan melotot, sambil memukul ibunya)
Melihat itu perawat pun mulai menyiapkan alat restrain

Tahap Orientasi
Perawat A berbicara pada keluarga : Mas, Ibu (pada keluarga) saya akan melakukan pengamanan kepada mas sumanto, dengan cara menggunakan baju ini, tangan mas sumanto akan terikat kebelakang agar mas sumanto tidak memukul orang lagi. Ketika nanti mas sudah tidak memukul orang lagi maka akan saya lepas. Cara ini tidak menyakitkan dan aman.
Pasien : Enggak!!!!!! Awas nyedek tak hajar samean!!!!!
Perawatpun mulai memegangi pasien, agar pasien tidak kabur. Sesegera satpampun datang untuk memeberikan bantuan.
Satpam : Saya boleh membantu untuk memegang?
Perawat A: Silahkan pak
Perawat B: Untuk ibu mari ikut saya ke ruang perawat
Perawat B dan keluarga berjalan menuju ruang perawat
Perawat B  : Ibu, perawat A tadi sudah menjelaskan tindakan yang akan kami lakukan untuk mengamankan mas sumanto, bila ibu setuju tindakan itu dilakukan silahkan ibu tanda tangan di lembar Inform Consent ini
Keluarga : Iya saya setuju saja yang penting anak saya sembuh
Perawat B : Baik ibu, kalau begitu kami akan melakukan tindakan restrain untuk anak ibu
Pasien meraung – raung agresif sambil berkata “Aku nggak gila, kalian semua yang gila”, satpam dan para perawat pun melakukan tahap kerja dalam pemasangan restrain setelah mendapat persetujuan keluarga.
Tahap Kerja
  • Memulai kegiatan dengan cara yang baik
  • Memilih alat restrain yang tepat
  • Memasang restrain pada klien dg cepat dan tepat
  • Pegang pundak pasien dan tangan yang agresif, berjalan dibelakang pasien dan tetap waspada
  • Buka baju dalam posisi "menyerbu"
  • Pakaikan baju dengan cepat
  • Handle tangan pasien ke belakang, seperti orang diborgol.
  • Mengamankan restrain dari jangkauan pasien
  • Menyediakan keamanan dan kenyamanan sesuai kebutuhan
  • Melakukan pemeriksaan tanda vital
  • Memeriksa bagian tubuh yang direstrain
  • Memberikan obat anti cemas
  • Memperhatikan respon pasien
Setelah tindakan restrain dilakukan pasien mulai tenang dan perawat mulai menyimpulkan kegiatan
Tahap Terminasi
Perawat A: Mas sumanto & ibu, ini merupakan metode restrain, ini metode kami sebagai tenaga kesehatan untuk menenangkan mas sumanto agar mas sumanto tidak memukul orang lagi. Jadi mas sumanto terutama ibu tidak perlu khawatir.
Perawat B: Nanti restrain ini akan dilepas, apabila mas sumanto tidak memukul orang lagi. (Berbicara dengan sumanto)
Perawat B: Bu, sejenak saya akan mengajak ibu untuk melengkapi data – data mas sumanto yang belum tuntas tadi.
Seusai perawat B melengkapi pengumpulan data tentang pasien
Keluarga : Terima kasih, sudah membantu saya menangani anak saya, nanti kalau anak saya mulai dirawat disini, saya titip
Perwat B: Iya bu, karena itu memang tugas kami, terima kasih juga atas kepercayaan ibu pada kami.
Selanjutnya perawat mulai melakukan tindakan dokumentasi mencacat tindakan yang telah dilakukan pasien dan mencatat respon pasien.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar