Aku berlari – lari mengejar mencoba meraih tanganmu.
Terpingkal –
pingkal begitu ceria. Tawaku membahana dalam riang.
Tak peduli siapa
dirimu, tak peduli apa yang kau pikirkan,
tak peduli panas,
tak peduli hujan, asalkan aku bahagia.
Meskipun kau
sedikit usil bersembunyi,
membiarkan aku
terdiam sambil mencari – cari.
Mengendap – endap aku
datang dan mengagetkanmu dari belakang.
Kita tertawa lepas
dan kembali berlari.
Kita terbiasa begini
sehingga aku menikmatinya.
Aku suka, aku cinta, hingga penat inipun
menguap entah kemana.
Entah sejak kapan
aku mulai suka dengan permainan yang tak jelas ini.
Tapi terkadang aku
suka pusing setelahnya, yang selalu membuatku heran,
kenapa aku terus
yang berlari untuk mengejarmu dan kau tak pernah merasakan itu.
but it’s ok,
sepanjang aku masih punya energi untuk berlari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar