Wanita itu telah menghabiskan
lebih dari separuh usianya,
Hanya demi seseorang yang
seringkali mengecewakan hatinya.
Lantunan kasih sayang
masih saja ia dendangkan dengan penuh kemerduan,
laksana purnama yang
setia mengindahkah langit malam.
Wanita itu hadir sebagai
ungkapan kasih tuhan pada makhluknya.
Ibu..
Begitulah sebutan
untuknya yang ia ajarkan padaku dulu.
Pejuang dalam
kehidupanku..
Pelibur dalam laraku..
Penguat dalam keputus
asaanku..
Satu setengan tahun yang
lalu...
Pergilah nak..
Ubahlah nasibmu dengan
ilmu..
Aku tak akan mampu
membekalimu harta..
Hanya ilmu yang mampu aku
persembahkan
Untuk membahagiakanmu
kelak..
Aku disini akan berdo’a
untukmu,
Dan akan mengupayakan
untuk semua yang kau butuhkan..
Ooh.. ibuku..
Aku harap perjuanganmu
untukku tak sia - sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar