Kurebahkan tubuhku diatas
pembaringan melepas lelah tadi sore..
Ingin sejenak mengajak
mata ini larut dalam mimpi,
tapi seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tetap terjaga..
Sebagai penghilang penat, kubuka lembar demi lembar kumpulan puisi Ratih Sanggarwati..
Mataku begitu antusias membaca bait demi bait karyanya..
Aku menangis.. teringat ibuku sayang..
Ketika kuresapi tiap bait puisi yang berjudul "Bila Ibu Boleh Memilih"
Bila Ibu Boleh Memilih
oleh : Ratih Sanggarwati
Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu..
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak.. Engkau hidup di perut ibu..
Engkau ikut kemana ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang dinding rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman,
Karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku,
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar,
Atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan keluar kedunia
Sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang sakitnya tak akan pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah.. Saat yang paling membahagiakan
Segala sakit yang diderita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengar ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan
Penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
Atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
Dengan tetesan -tetesan dan tegukan - tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,
Bila ibu boleh memilih duduk berlama - lama di ruang meeting
Atau duduk dilantai di rumah menemanimu menempelkan puzzle yang berkeping
Maka sebenarnya ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku..
Hidup memang pilihan..
Jika dengan pilihan dan tugas ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak..
Maafkan ibu..
Maafkan ibu..
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar